Antisipasi Kerusuhan, Polisi Tambah Pengawalan Ahok

Jakarta – Mengantisipasi terjadinya kembali aksi demo tolak Ahok seperti kawasan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin, polisi menambah jumlah personel pengawalan calon gubernur (cagub) DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kepala Polsek Pasar Minggu, Holden Sirait membenarkan adanya pengetatan penjagaan dengan menambah kekuatan personel polisi yang diturunkan ke lapangan saat Ahok blusukan. “Ada (penambahan). Untuk hari ini, sekitar 55-60 personel kita turunkan. Kekuatannya dari Polsek, Polres sampai Koramil,” kata Holden saat mendampingi blusukan Ahok di Gang Anyar, Jalan Raya Tanjung Barat, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/11). Ia membantah penambahan pengamanan karena ada ancaman yang membahayakan keselamatan jiwa Ahok saat blusukan. Ditegaskannya, situasi Jakarta Selatan tetap kondusif selama masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. ” Enggak . Tetap kondusif,” ujarnya. Menurutnya, penambahan kekuatan personel dilakukan bukan karena sering terjadinya aksi unjuk rasa penolakan terhadap mantan anggota DPR RI ini. Melainkan, pengamanan dilakukan terhadap pejabat yang dinilai punya pengaruh besar. Selain itu, juga untuk mengantisipasi biar tidak terjadi kerusuhan seperti di Rawa Belong. “Kalau kita mah bukan melihat dari penolakan atau tidak. Tapi kalau istilahnya pejabat dianggap punya pengaruh besar. kita selalu melakukan pengamanan. Tentunya, kita juga tidak mau terulang kejadian yang sudah terjadi itu,” terangnya. Penambahan kekuatan personel ini untuk mengawal Ahok, lanjutnya, akan tetap dilakukan selama Ahok kampanye dalam rangka Pilgub DKI 2017. “Berlangsung setiap ada kunjungan saja. Jadi kita kan enggak tahu kegiatan bapak itu ke daerah. Jumlah personel tergantung bagaimana situasi di wilayah masing-masing. Jadi enggak ada jumlah personel harus tetap,” paparnya. Lenny Tristia Tambun/FMB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu