Bertalenta Hebat, Stoner Putuskan Pensiun di Usia 27 Tahun

– Di usia 20 tahun, Casey Stoner meraih apa yang ia inginkan dalam karirnya dalam dunia balap motor, yakni berkompetisi di kelas MotoGP pada tahun 2006. Ia mencetak pole position di seri kedua musim itu, yakni di Sirkuit Losail, Qatar. Sayangnya ia hanya mampu finis di posisi kelima. Namun pada seri berikutnya, yaitu seri Turki, Stoner berhasil meraih podium pertamanya di MotoGP dengan menduduki posisi kedua. Terlalu banyak kesalahan yang ia lakukan di tahun itu, namun Stoner yang berhasil menduduki peringkat kedelapan pada klasemen akhir pebalap, telah membuktikan bahwa ia merupakan calon pebalap papan atas di usia muda. Stoner memutuskan untuk membalap bersama tim Ducati Marlboro di tahun 2007, menjadi rekan setim dari Loris Capirossi . Pada uji coba pra musim, Stoner menunjukkan bahwa ia mudah beradaptasi dengan motor Desmosedici GP7 dan ban Bridgestone. Pada tanggal 10 Maret 2007, Stoner meraih kemenangan pertamanya di MotoGP di Losail, yang juga merupakan balapan pertama musim itu. Ia menjadi pebalap pertama dalam sejarah yang memenangkan balapan kategori 800cc. Setelahnya, Stoner meraih sembilan kemenangan dan mencetak lima pole position. Pada 23 September 2007, Stoner menyabet gelar dunia pertamanya di Sirkuit Motegi, Jepang. Gelar tersebut juga merupakan gelar dunia pertama untuk Ducati. Stoner juga menjadi pebalap pertama dalam kurun waktu 30 tahun yang mampu memenangi kejuaraan Grand Prix dengan motor konstruktor Eropa. Di tahun berikutnya, Stoner mendapatkan tuntutan untuk mempertahankan gelar dunianya bersama Ducati, namun ia terus mengalami pasang surut di musim tersebut meski ia selalu dianggap sebagai salah satu pebalap berbahaya bagi lawan-lawannya. Stoner kerap melakukan kesalahan dan mendapat tekanan dari Valentino Rossi . Hal ini membuatnya harus puas menduduki posisi runner-up di musim itu, di bawah sang juara dunia, Rossi. Di tahun 2009, Stoner mendapatkan rekan setim pengganti Capirossi, yakni juara dunia tahun 2006, Nicky Hayden . Musim itu, prestasi Stoner kembali menurun, yakni menempati peringkat keempat pada klasemen akhir pebalap dan terpaksa membiarkan Rossi kembali merebut gelar juara. Stoner juga menutup musim 2010 di posisi keempat dan gelar dunia tahun itu diperoleh Jorge Lorenzo . Casey Stoner memutuskan untuk berpindah tim ke Repsol Honda di tahun 2011, bertandem dengan Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso . Ia kembali meraih pole position di Qatar dan memenanginya sekaligus. Secara keseluruhan, ia meraih sepuluh kemenangan dan selalu berada di podium sepanjang musim itu, kecuali saat ia mengalami kecelakaan bersama Rossi di GP Spanyol, yang membuatnya tak bisa melanjutkan balapan. Di tahun 2012, ia masih membalap untuk tim Repsol Honda dan memenangkan dua balapan dari empat seri pertama. Di sela-sela jumpa pers MotoGP Perancis, Stoner secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia memutuskan untuk pensiun di akhir musim dan tidak akan berpartisipasi di musim berikutnya. Ia menyatakan alasan ia membuat keputusan tersebut adalah karena ia kehilangan gairah membalap yang disebabkan aturan-aturan baru MotoGP dinilainya berkembang ke arah yang salah. (cn/kny)

Sumber: Bola.net