Moeldoko Beda dengan Ryamizard soal Kader Bela Negara

Rimanews – Mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko, memiliki pandangan berbeda terkait implementasi program bela negara, yang dicanangkan Presiden Jokowi, dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Moeldoko menjelaskan dalam Rencana Strategis Komponen Cadangan ke depan adalah setiap kabupaten memiliki kurang lebih satu batalyon. Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” “Kurang lebih 750-an orang tiap kabupaten, namun apabila target dalam upaya peningkatan kesadaran bela negara bisa saja berapa jumlahnya,” ujarnya di Ruang Rapat eks Badan Anggaran Gedung Nusantara I DPR, Senin (12/10/2015). Sebelumnya, Kemhan berencana merekrut 100 juta kader bela negara dalam waktu 10 tahun, yang disiapkan untuk mengantisipasi serangan ideologi dari pihak dalam negeri maupun luar. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kader bela negara itu disiapkan mengingat permasalahan bangsa yang semakin banyak. Dia mencontohkan, serangan itu mulai dari serangan ideologi yang menjerumuskan untuk menghancurkan bangsa serta hal-hal yang membuat rasa cinta tanah air para generasi muda luntur. “Ini sudah mendesak, serangan ideologi datang dari mana saja. Untuk itu kita akan bentuk kader bela negara agar dapat mengantisipasinya,” kata Ryamizard di Jakarta, Jumat (2/10). Ryamizad berharap pembentukan kader bela negara ini dapat membangkitkan kembali rasa cinta tanah air para generasi muda bangsa. Kader-kader bela negara tersebut menurut dia, akan bertugas melakukan pertahanan negara jika sewaktu-waktu negara mendapat ancaman, baik nyata maupun belum nyata. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : kader bela negara , Keamanan , Nasional

Sumber: RimaNews