Karena Kasus Pajak, Messi-Neymar Tak Bisa Main di Final Liga Champion 2017?

Pasalnya, kedua punggawa Barca ini sekarang masih terjerat kasus pajak di Spanyol.
Final Liga Champion tahun ini akan digelar di Cardiff, Wales. Saat ini masih ada 16 tim yang berjuang untuk mencapai tempat tersebut. Salah satunya Barcelona, yang memiliki Messi dan Neymar. Peluang Barca untuk lolos cukup tipis karena mereka kalah 4-0 dari PSG di leg pertama babak 16 besar. Agar bisa melangkah ke perempat final, Barcelona harus menang lima gol.
Andai Barcelona mampu bangkit lantas ke final, sudah banyak lawan yang menanti. Misalnya, Real Madrid atau Bayern Munchen. Namun, belum apa-apa, presiden UEFA, Aleksander Ceferin sudah resah lebih dulu. Ia khawatir, andai Barca lolos sekalipun, bintang utama Messi dan Neymar tidak bisa berlaga di Cardiff.
Kita tentu belum lupa kejadian di penyisihan grup Liga Champions lalu. Ketika itu Serge Aurier, bek PSG yang dibawa untuk melawan Arsenal, klub London, terganjal masalah. Ia ditolak masuk Inggris karena terlibat dalam kasus hukum. Ceferin khawatir, hal ini akan terulang pada waktu yang akan datang. Yaitu, semua pemain yang punya masalah hukum, bakal dilarang masuk ke Inggris Raya.

Ceferin menuturkan, Saya sangat kecewa ketika (Serge) Aurier, dari PSG, tidak diizinkan masuk Inggris (dalam laga melawan Arsenal di London). Hal ini bakal lebih buruk ketika Brexit ditetapkan. Kita bisa memiliki masalah serius.
Jika kita melihat para pemain (sepakbola) tidak bisa masuk (ke Inggris) karena mereka sedang menjalani prosedur hukum yang berkelanjutan, maka kami (UEFA) harus berpikir ulang, apakah perlu memainkan pertandingan level Eropa di sana (Inggris Raya).
Lihatlah Neymar dan Lionel Messi keduanya memiliki (kasus penggelapan pajak) yang prosedur hukumnya masih berlangsung. Sementara, Tahun ini, final Liga Champions digelar di Cardiff. Bayangkan jika mereka (otoritas Britania Raya) tidak mengizinkan mereka masuk Inggris.
Ceferin mengeluhkan kemungkinan, situasi bakal lebih rumit lagi ketika Brexit ditetapkan mulai Maret 2019 mendatang. Sebelum Brexit, semua pemain dapat dengan mudah keluar-masuk negara-negara Uni Eropa. Namun setelah Inggris Raya berdiri sendiri, belum tentu demikian.
(Keputusan Brexit) adalah hal yang besar bagi kami. Di satu sisi, para pemain dari Inggris dapat melakukan perjalanan di mana saja (di Uni Eropa) tapi pemain dari tim lain (non-Britania raya) belum tentu dapat melakukan perjalanan ke Inggris. Oleh karena itu, kami (UEFA) akan berbicara dengan pemerintah Inggris, dan saya yakin Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akan membantu kami.

busparspecialoffer.com judi online Sumber: Sidomi