Duterte Tolak TPP dan Puji Trump karena Membatalkannya

Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan tidak tertarik atas gagasan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk bergabung dalam kesepakatan perdagangan bebas, Kemitraan Trans-Pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP). Dalam pidatonya sebelum bertolak ke Kamboja, Duterte mengatakan 12 negara pakta perdagangan itu tidak akan menguntungkan Filipina, sebaliknya bisa mempengaruhi akses Filipina kepada obat-obatan dengan harga terjangkau. “Jika kita meratifikasi TPP, yang mana saya pikir kita tidak memenuhi syarat. Contoh terbaik dampaknya bahwa kita akan kehilangan akses kepada obat-obatan generik. Itu, sekali lagi diatur oleh perusahaan multinasional yang kaya,” tambahnya. Duterte mengatakan presiden terpilih AS, Donald Trump, sudah melakukan hal benar dengan membatalkan kesepakatan itu. “Saya senang Trump mengatakan akan melemparnya (TPP) ke tong sampah karena akan menciptakan masalah untuk kita di Asia,” ujarnya. Pernyataan Duterte bertolak belakang dengan pernyataan dari Menteri Perdagangan Filipina, Ramon Lopez. Di sela-sela pertemuan para menteri ekonomi ASEAN di Vientiane, Laos, bulan Agustus lalu, Lopez mengatakan Filipina ingin bergabung dalam TPP. Menurut Lopez, industri-industri kunci yang mendapatkan manfaat antara lain elektronik, otomotif, dan garmen. “Jika Anda tidak mengambil bagian di dalamnya, Anda bisa kehilangan kesempatan, sementara negara lain menikmatinya. Kami ingin menjadi bagian dari itu,” ujar Lopez. Lopez menambahkan pemerintah baru akan mempertahankan kebijakan memaksimalkan partisipasi kesepakatan perdagangan asing. “Kami dekat dengan AS dan kami telah menggelar pembicaraan di tingkat informal,” katanya. Presiden Obama telah meraih dukungan 12 negara untuk meletakkan agenda perdagangan global AS dalam menghadapi kemajuan Tiongkok. Tapi Trump justru dengan keras melawan kesepakatan itu, menyebutkan bahwa hal itu buruk bagi Amerika dan menyebabkan pengangguran. Bulan lalu, pemimpin Jepang menyatakan TPP tidak ada artinya tanpa AS. AS dan Jepang adalah anggota terbesar dari kesepakatan masif tersebut yang menyumbang 40 persen ekonomi global. TPP juga disetujui oleh Australia, Brunei, Kanada, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam. Natasia Christy Wahyuni/WIR Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu