Garuda Food Ekspansi Rp 2 Triliun

Jakarta – Salah satu pemain makanan dan minuman (mamin) olahan papan atas nasional, Garuda Food, menginvestasikan Rp 2 triliun tahun ini untuk meningkatkan kualitas produk. Tahun depan, Garuda Food membidik pertumbuhan penjualan 15%. CEO Garuda Food Group Hardianto Atmadja mengatakan, produk yang diandalkan untuk mendongkrak penjualan antara lain biskuit, confectionery, snack, dairy, dan beverage. Produk-produk ini laris di pasar ekspor dan domestik. “Pabrik kami menyerap tenaga kerja dan bahan baku lokal. Di pabrik Gresik, jumlah tenaga kerja mencapai 3.353 orang serta menggunakan 93% bahan baku lokal,” ujar Hardianto dalam keterangan resmi, Rabu (21/12). Kemarin, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengunjungi pabrik Garuda Food di Gresik, Jawa Timur. ,Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan jajaran direksi dan manajemen Garuda Food Group di Jakarta (19/12). Kegiatan ini sekaligus untuk mengawal dan memastikan industri prioritas nasional terus berkembang ke arah yang lebih baik sekaligus mengetahui berbagai kendala dan kebutuhan yang dihadapi pelaku industri saat ini. Menperin menegaskan, industri mamin mampu menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 9,82% atau sebesar Rp 192,69 triliun kuartal III-2016. Dengan capaian tersebut, sektor prioritas ini menopang sebagian besar pertumbuhan industri nonmigas yang mencapai 4,71%. “Kuartal III tahun ini, kinerja industri mamin hampir dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi,” ujar dia. Laju pertumbuhan industri ini, kata dia, terutama didorong kecenderungan masyarakat, khususnya kelas menengah ke atas yang mengutamakan konsumsi produk-produk mamin yang higienis dan alami. Sementara itu, nilai ekspor mamin termasuk minyak kelapa sawit Januari-September 2016 mencapai US$ 17,86 miliar. Adapun impor produk ini mencapai US$ 6,81 miliar, sehingga mencetak surplus. Realisasi investasi sektor mamin sampai semester I tahun ini mencapai Rp24 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar US$ 1,6 miliar. Harso Kurniawan/HK Investor Daily

Sumber: BeritaSatu