Ini Persembahan Terbaru dari Teater Koma

Suara.com – Teater Koma dengan didukung Djarum Apresiasi Budaya akan mempersembahkan lakon terbarunya “Opera Ular Putih”. Lakon Opera Ular Putih diangkat dari legenda tua asli dari Cina dan sebelumnya pernah dipentaskan Teater Koma pada 1994. Produksi ke-139 kelompok teater yang dikomandoi Nano Riantiarno ini akan digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, mulai 3 hingga 19 April 2015. Pementasan ini berkisah tentang siluman Ular Putih yang ingin menjadi seorang manusia sehingga ia bertapa selama 1000 tahun. Karena usaha dan kebaikan yang ada dalam dirinya, para dewa mengabulkan permintaannya dan ia pun menjelma menjadi seorang perempuan cantik bernama Pehtinio. Bersama adiknya, siluman Ular Hijau yang juga menjelma menjadi seorang manusia bernama Siocing, ia menjalani kehidupan sebagai manusia biasa. Cerita berlanjut ketika Tinio bertemu pemuda bernama Kohanbun yang merupakan reinkarnasi dari orang yang pernah menolong Pehtinio ratusan tahun lalu. Tinio pun bertekad untuk menjadi istri dari Kohanbun. Namun, kedamaian mereka terusik ketika Kohanbun bertemu dengan Gowi, seorang peramal yang memberitahu bahwa istrinya adalah siluman ular jahat, tak peduli segala kebaikan yang dilakukan Tinio. Sehingga muncul pertanyaan, Apakah yang dikutuk sebagai kejahatan memang benar kejahatan? Apakah hal yang diagungkan sebagai kebaikan hanya merupakan kedok suatu kebusukan? Dalam kisah ini dituturkan juga tentang pengorbanan, kebijaksanaan dan cinta. “Lakon Opera Ular Putih diangkat dari kisah klasik Cina, berjudul Oh Peh Coa yang naskahnya dibuat pada tahun 1994. Secara garis besar pementasannya tidak akan jauh berbeda, namun terdapat hal kekinian di pentas nanti,” terang Nano, penyadur naskah dan sutradara pementasan ini, Selasa (24/3/2015). Ia menambahkan pertanyaan yang muncul, masih tetap relevan dengan kondisi saat ini, yakni masih sanggupkah kita membedakan siapa manusia dan siapa siluman? “Semoga penonton dapat mengambil makna yang kaya akan pesan moral tersirat yang coba kami sampaikan,” tambahnya. Meski merupakan hasil adaptasi dari cerita klasik Cina, pementasan ini akan dikemas dengan teknik modern. Permainan alat musik asal Cina, seperti guhzen dan ehru juga melengkapi lakon ini, yang menunjukkan indahnya perpaduan budaya Cina dan Indonesia. Pementasan Opera Ular Putih ini akan dibintangi Tuti Hartati dan aktris/aktor kawakan Teater Koma seperti Budi Ros, Andhini Putri Lestari, Adri Prasetyo, Ade Firman Hakim, Dodi Gustaman, Daisy Lantang, Ratna Ully, Dorias Pribadi, Sir Ilham Jambak, Aris Abdullah, Dana Hassan, Julung Ramadan dan Rangga Riantiarno. Sedangkan musik ditangani Idrus Madani dan diaransemen oleh Fero Aldiansya Stefanus. Sementara Rima Ananda Oemar dan Sena Sukarya, masing-masing menangani kostum dan tata rias. Penata gerak dipegang Elly Luthan, diperindah oleh tata artistik dan cahaya garapan Taufan S. Chn. Pementasan Opera Ular Putih ini akan digelar tiap hari di Graha Bhakti Budaya TIM, Cikini, mulai tanggal 3 hingga 19 April 2015 setiap pukul 19.30 WIB untuk hari Selasa-Sabtu, dan khusus hari Minggu pentas dimulai pukul 13.30 WIB. Tiket dijual dengan kisaran Rp75 ribu hingga Rp350 ribu sesuai kelas masing-masing.

Sumber: Suara.com