Laskar Mataram Susul PSS Sleman dan Persiba Bantul

YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta akhirnya menyerah dengan dihentikannya kompetisi oleh PSSI. Laskar Mataram mengikuti jejak dua tim Yogya lainnya, PSS Sleman dan Persiba Bantul yang membubarkan tim. Keputusan tersebut menjadi hasil pertemuan internal manajemen yang digelar Selasa (12/5) sore di Wisma PSSI. Ketua Umum PSIM Yogyakarta Agung Damar Kusumandaru mengatakan, keputusan pembubaran tim tersebut baru menjadi keputusan internal manajemen. “Setelah ini kita berencana besok siang kita akan gelar pleno dengan seluruh bagian dari tim,”tandasnya. Pembubaran tim yang dilakukan tersebut rencananya juga akan disampaikan kepada sesepuh PSIM Yogyakarta Haryadi Suyuti yang tidak lain adalah wali kota Yogyakarta. Komunikasi yang dilakukan menurut Agung, menjadi bagian dari komitmen dari manajemen tim yang dibentuk sejak Januari lalu dan terus mendapatkan support dari orang nomor satu di Yogyakarta tersebut. Selain itu, stakeholder yang ada di PSIM disebut Agung Damar juga akan mendapatkan laporan mengenai kebijakan yang diambil. Termasuk dasar-dasar dari munculnya keputusan yang dinilai menjadi pilihan paling buruk untuk musim 2015 ini. “Kompetisi semakin tidak jelas dan sudah dihentikan. Kalau ada kompetisi musimnya sudah baru sehingga nanti kita akan lalui proses yang baru yang tidak jauh berbeda dengan yang kemarin,” tambah Agung Damar. Dengan pembubaran tim yang dilakukan, ikatan kontrak antara manajemen dengan pemain disebut lelaki yang pernah menjadi presiden Brajamusti kelompok suporter pendukung PSIM tersebut sudah tidak ada lagi. Pemain berstatus bebas dari ikatan sehingga bisa bergabung dengan klub lain. Hanya saja untuk musim kompetisi berikutnya Agung menyebut para pemain yang saat ini sudah sempat terikat kontrak namun belum sempat merasakan iklim kompetisi Divisi Utama 2015 akan diundang. Kebijakan tersebut diambil karena manajemen PSIM saat ini sangat yakin dengan tim yang dibentuk oleh Seto Nurdiyantara sejak tiga bulan terakhir. ( aww ) dibaca 4.257x

Sumber: Sindonews