PENGELOLAAN SAMPAH SUKOHARJO Warga Minta Pembuangan Sampah Liar Ditertibkan

Pengelolaan sampah Sukoharjo, warga Triyagan mengeluhkan lokasi pembuangan sampah liar. Solopos.com, SOLO — Masyarakat dan pengguna jalan jalur alternatif antara Desa Kluprit menuju Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, mengeluhkan bau sampah di pinggir jalan. Warga berharap sekitar tempat sampah dibersihkan agar tidak terkesan kumuh dan mencemari air Sungai Bendungan. Tumpukan sampah berada di pinggir sungai dan di bawah rumpun bambu. Tumpukan sampah berada di lahan milik desa dan lahan pribadi salah seorang warga Joho yang kini merantau. Salah seorang pemulung, Rahmadi, bercerita hampir setiap hari mengambil sampah plastik dan barang bekas yang dibuang di tempat itu. Dia mengaku sehari bisa mengumpulkan sekarung barang bekas aneka macam untuk dijual ke pengepul rongsok. “Hasil dari menjual rongsok cukup untuk makan sehari-hari bersama keluarga,” kata dia kepada Solopos.com, Sabtu (19/11/2016). Rahmadi, 41, mengatakan pendapatannya tak menentu, Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari. Barang yang dikumpulkan berupa botol bekas air mineral, kaleng bekas, maupun aneka plastik. Dia mengaku sudah setahun terakhir menjadi pemulung di tempat sampah liar ini. Pantauan Solopos.com, lokasi pembuangan sampah berada di lokasi strategis yakni di sudut jalan simpang tiga ruas jalan Joho dan Jl. Sidan Boga. Tumpukan sampah berada di sekitar rumpun bambu dan pinggir aliran sungai. Di sungai menjadi tempat mancing. Bau sampah tercium dari radius sekitar 50 meter dari area pembuangan. Lalat berkerumun dan aneka jenis sampah dibuang berkumpul. Sampah-sampah tak terpisahkan baik sampah organik atau anorganik. Tumpukan sampah sudah hampir meluber ke jalan kampung di Desa Joho dan menjorok ke tebing sungai. Lokasi pembuangan sampah berada di daerah perbatasan antara Desa Joho dengan Desa Triyagan. Kadus 1 Desa Triyagan, Mulyoto, mengatakan lokasi pembuangan sampah liar sehingga tidak diambil truk sampah. Menurut dia, tanah tempat pembuangan sampah separuh merupakan tanah desa dan sebagian tanah pribadi warga. “Pemilik lahan pribadi mempersilakan warga sekitar membuang tanah uruk di tanahnya. Namun, justru sampah yang menumpuk di tanah tersebut. Setiap hari ada warga membuang sampah di area sampah liar, waktunya malam,” kata dia. Dia berharap instansi terkait dan pemerintah desa membuat papan pengumuman agar warga tak membuang sampah sembarangan. Mulyoto mengakui lokasi tumpukan sampah jauh dari permukiman tetapi baunya mengganggu pengguna jalan. “Kami berharap Pemkab Sukoharjo membangun talut sungai sehingga tanah area sampah tidak tergerus. Jika tergerus sampah-sampah akan memenuhi sungai sehingga menyebabkan banjir atau penyakit sosial yang lain.” lowongan kerja lowongan kerja Perusahaan distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos