Wapres: Tingkatkan Kemanusiaan Harus Bekerja Sama

Jakarta – Membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Kesehatan Rumah Sakit dan Sosial Palang Merah Indonesia (PMI), Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Umum PMI mengatakan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan upaya sosial dari masyarakat, sebagaimana yang selama ini dilakukan PMI, yaitu berperan banyak dalam menangani bencana yang terjadi di Tanah Air. “Negara tetap membutuhkan satu upaya sosial masyarakat dan kedaruratan. Jadi palang merah tidak bekerja dalam keadaan biasa selalu dalam bekerja ini kedaruratan kecuali rumah sakit. Itu kan jadi sumber tenaga gerakan secara bersama-sama,” kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (7/9). Apalagi, lanjut JK, PMI tidak hanya membantu menangani bencana tetapi juga meningkatkan semangat kemanusiaan masyarakat umum. Dengan sistem keanggotaan sukarela sehingga memungkinkan siapapun bergabung dalam upaya kemanusiaan. Dalam pandangannya, kemanusiaan sangat penting karena dinilai sebagai faktor utama untuk mengurangi potensi konflik. “Jadi, makna paling tinggi dari pada itu adalah kemanusiaan. Kalau kita menghargai kemanusiaan secara bersama-sama, pasti tidak terjadi konflik. Peran itu saya harap dari daerah dapat menyelesaikan,” ungkapnya. Ingatkan untuk Kerja Selaku ketua umum PMI, JK pun berpesan kepada PMI agar mengurangi rapat-rapat dan lebih fokus pada penanganan bencana di lapangan. Kemudian, beristirahat setelah tidak ada bencana lagi. “PMI selalu saya katakan kurangi rapat. Rapatnya terlalu banyak berarti menghabiskan waktu. PMI tidak berdasarkan birokrasi tapi kesiapan selalu. Inti dari PMI menyiapkan bekerja keras menghadapi bencana,” kata JK. Sementara itu, untuk mendukung kinerja kemanusiaan, JK mengatakan PMI tengah membuat klinik murah dan menyelesaikan pembangunan rumah sakit yang diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat kecil. Untuk diketahui, PMI bertujuan mencapai pelayanan kesehatan yang terpadu bersama pemerintah dan sektor swasta. Tercatat hingga kini PMI telah melayani sebanyak 4.447.654 penerima manfaat yang telah menerima bantuan di bidang kesehatan darurat air dan sanitasi, pelayanan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat. Novi Setuningsih/JEM Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu