99% Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Mekah

Mekah – Kepala daerah kerja Airport Jeddah – Madinah Nurul Badruttamam mengatakan bahwa sebanyak 152.674 jemaah Indonesia dengan 1.889 petugas kelompok terbang (kloter) sudah berada di Mekah, Arab Saudi, untuk mengikuti rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. “Sebanyak 154.563 atau 99 persen jemaah haji Indonesia sudah tiba di Saudi, mereka tergabung dalam 379 kloter,” katanya mengutip data per Senin pukul 09.00 waktu Arab Saudi. Menurut Nurul, kuota haji Indonesia sebesar 155.200 terbagi dalam 383 kloter sehingga masih ada empat kloter yang akan mendarat di Jeddah sepanjang hari ini. Kloter 74 Embarkasi Solo (SOC 74) sebagai kloter terakhir dijadwalkan mendarat Jeddah pada malam nanti, pukul 23.20 waktu Arab Saudi. Selain jemaah reguler, sebanyak 7.034 jemaah haji khusus juga sudah tiba di Tanah Suci. Mereka diberangkatkan oleh 126 perusahaan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Penerimaan kedatangan jemaah haji di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) akan ditutup pada 4 Dzulhijjah 1437H atau 6 September 2016 64 jemaah meninggal. Tiga jemaah haji Indonesia dilaporkan meninggal dunia di Mekkah pada Minggu menjadikan jumlah total jemaah meninggal mencapai 64 orang. Data pada Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan menyebutkan bahwa ketiga jemaah tersebut terdiri dari dua jemaah haji khusus dan seorang jemaah haji reguler. Muhammad Arifin bin Ambo Angka (58), jemaah haji khusus dengan nomor paspor B2370493 wafat di pemondokan Mekkah pada Minggu (4/9) pukul 04.15 waktu Arab Saudi karena penyakit kardivaskular atau jantung dan pembuluh darah. Zuri Mukanan bin Muhrin Kasrih (66), jemaah haji khusus dengan nomor paspor A2834643 wafat di pemondokan Mekah pada Minggu (4/9) pukul 15.24 waktu Arab Saudi karena penyakit pernafasan. Wawan Barnawi K bin Casmita (62) dari embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS) kloter 036 dengan nomor paspor B3873359, wafat di RS Mekkah pada Minggu (4/9) pukul 22.48 waktu Arab Saudi karena neoplasma maglina atau kanker. Pemerintah sudah menjamin bahwa semua jemaah yang wafat di Saudi bahkan sejak di embarkasi akan dibadalkan hajinya. Sebelumnya, 61 jemaah dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi yaitu Senen bin Dono Medjo (79) dari kloter 007 Embarkasi Surabaya, Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68) dari kloter 002 Embarkasi Aceh, Martina binti Sabri Hasan (47) kloter 006 Embarkasi Batam. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66) kloter 004 Embarkasi Aceh, Sarjono bin Muhammad (60) kloter 006 Embarkasi Batam, Oom Eli Asik (66) dari kloter 003 Embarkasi Jakarta-Bekasi, dan Dijem Djoyo Kromo usia 53 tahun dari kloter 018 Embarkasi Solo. Selanjutnya adalah Nazar Bakhtiar bin Batiar yang berusia 82 tahun dari kloter pertama Embarkasi Padang, Juani bin Mubin Ben yang berusia 61 tahun, jemaah dari kloter 006 Embarkasi Aceh, Asma binti Mian yang berusia 78 tahun. Tasniah binti Duratim Dakem (73) jemaah dari kloter tiga Embarkasi Padang dan Jamaludin bin Badri Kar (58) jemaah dari kloter lima Embarkasi Palembang. Kemudian Abdullah bin Umar Gamyah (68) dari kloter pertama Embarkasi Aceh, Rubiyah binti Mukiyat Muntari (71) dari kloter 20 Embarkasi Surabaya, Siti Maryam binti Ismail (60) dari kloter pertama Embarkasi Solo. Muhammad Tahir bin Abdul Razak (68) dari kloter 11 Embarkasi Batam, Minawar bin Kasino Kamujo (76) dari kloter 15 Embarkasi Surabaya dan Din Azhari Nurina bin Sadid (73) dari kloter 5 Embarkasi Padang. Mohammad Nasir bin Abdul Hamid (64) dari kloter 10 Embarkasi Batam, Noorsi Fatimah binti M Saleh Mardiwiyono (60) dari kloter 9 Embarkasi Balikpapan, Joko Pramono bin H Ali Pramono (41) dari kloter 26 Embarkasi Surabaya, Manih binti Siyan Muhammad (71) dari kloter 006 Embarkasi Jakarta Pondok Gede. Kemudian, Imam Rifai bin Ngali (60) dari embarkasi Palembang kloter 005, Suhaimi bin kadir Abdillah (62) dari embarkasi Medan kloter 005. /YUD

Sumber: BeritaSatu