Dibawa ke Kejaksaan, Ahok Lambaikan Tangan

Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak lama berada di Mabes Polri, Jakarta., Kamis (1/12). Hanya sekitar 20 menit di Bareskrim Polri, Ahok langsung dibawa ke Kejaksaan Agung yang berjarak hanya 200 meter. Sama seperti saat datang, berdasarkan pantauan Beritasatu.com di lapangan, politisi Gerindra itu tak memberikan komentar. Bila saat datang ke Mabes Polri pukul 09.24 WIB, Ahok menggunakan Toyota Innova silver, namun saat pergi dia menumpang Innova hitam milik penyidik. Ahok yang mengenakan baju batik lengan panjang berwarna hijau muda, hanya melambaikan tangan saat ditanya media apakah dalam keadaan sehat. Sirra Prayuna mengatakan saat diperiksa dokter, kliennya dalam keadaan sehat. “Sehat, komentarnya nanti di kejaksaan ya,” sambungnya. Ahok datang memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri setelah berkas perkara kasus dugaan penistaan agama telah lengkap atau P21. Dalam surat pemberitahuan jaksa kepada polisi yang ditandatangani Heru Sriyanto disebutkan bahwa berkas Ahok sudah lengkap. Sesuai salinannya, Ahok dijerat dengan Pasal 156 dan 156a KUHP. Jaksa peneliti yakin kedua pasal tersebut sudah mencakup seluruh dugaan pelanggaran yang dilakukan Basuki, sehingga cukup mendukung ketentuan syarat formal dan materiel. Atas perbuatannya, Ahok terancam Pasai 156a KUHP tentang penistaan/penghinaan/penodaan agama dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya lima tahun. Sedangkan Pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan (ulama) memiliki konsekuensi pidana penjara paling lama empat tahun. Sebelumnya berkas Ahok setebal 826 halaman diserahkan polisi kepada jaksa pada Jumat (25/11) . Farouk Arnaz/WBP BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu