Jika Ada Provokasi, Bobotoh dan Jakmania Terancam Hukuman Pidana

JAKARTA – Pihak kepolisian terus bersiaga mengamankan kondisi jelang final Piala Presiden, Minggu (18/10/2015) mendatang. Selain memberi jaminan pada para pendukung Persib yang ingin datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, aparat juga memperluas pengawasannya ke dunia maya. Beberapa hari terakhir, para pendukung Persib atau yang dikenal dengan sebutan Bobotoh terlibat perang komentar dengan The Jakmania, suporter Persija Jakarta. Komentar tersebut bukan membahas soal laga final yang mempertemukan kedua tim. Namun, Bobotoh dan Jakmania saling sindir serta membela kehormatan tim kebanggaannya masing-masing. Agar kondisi tidak memanas, pihak kepolisian bakal mengawasi berbagai media sosial yang jadi wadah pertemuan banyak orang di dunia maya. Bahkan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi mengancam hukuman pidana bagi siapapun yang bertindak provokatif. Hal ini sesuai dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Elektronik (ITE). “Cyber patrol‎ yang kami lakukan di antaranya dengan melakukan penyelidikan di dunia maya untuk menekan opini-opini negatif yang berkembang, terutama yang bernada provokasi,” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiyono. “Terhadap pelaku yang melakukan tindakan-tindakan provokatif sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan pada kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) bisa diancam dengan hukuman pidana penjara enam tahun atau denda Rp 1 miliar,” ujarnya lebih jelas. Mujiyono juga menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam hal ini. Jajarannya mulai melakukan penyelidikan di berbagai media sosial yang sering diakses masyarakat seperti Facebook, Twitter dan Instagram. ( Baca juga: Puluhan Ribu Petugas Gabungan Amankan Final Piala Presiden ) “Kami mohon kepada semua pihak yang mendapatkan link yang berisi opini-opini negatif terhadap salah satu fans yang bertanding atau yang tidak bertanding, mohon untuk tidak menyebarluaskan link tersebut. Jangan melakukan counter terhadap isu negatif yang coba dibangun oleh provokator untuk menimbulkan rasa tidak nyaman dan aman bagi semua pihak terutama masyarakat yang akan menyaksikan acara tersebut secara langsung di GBK,” ucap Mujiyono. ( Baca juga: Ini Pesan Jakmania untuk Pendukung Persib ) ( bep ) dibaca 11.301x

Sumber: Sindonews