Madrid Gagal Menang karena Benitez Salah Menerapkan Strategi?

Metrotvnews.com, Gijon: Real Madrid mengawali perjuangannya di La Liga Spanyol musim ini dengan hasil kurang baik. El Real hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan tim promosi, Sporting Gijon. Jelas, ini bukanlah awal yang diinginkan pelatih anyar Rafael Benitez. Namun, ia harus menerima hasil sebagai buah dari kesalahannya dalam menerapkan strategi. Baca juga Barcelona Permak Hercules untuk Lolos ke Perempat Final Koke Optimistis Simeone Bertahan di Atletico “Real Madrid Beruntung Bisa Duduki Singgasana La Liga” Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Dalam pertandingan itu, Benitez menempatkan Jese Rodriguez sebagai striker tunggal untuk menggantikan peran Karim Benzema yang masih cedera. Gareth Bale mendapatkan posisi bebas di belakang Jese. Sementara Cristiano Ronaldo ditempatkan di sayap kanan, dan Isco di sayap kanan dalam formasi 4-2-3-1. Strategi ini cukup membingungkan. Saat dilatih Carlo Ancelotti, Ronaldo lebih sering ditempatkan sebagai striker, dan itu terbukti berhasil dengan sukses CR7 jadi top skor musim lalu. Isco juga lebih sering diturunkan sebagai gelandang tengah atau gelandang serang. Keputusan Benitez memainkannya di sisi sayap jelas membuat Isco cukup kerepotan lantaran harus banyak berlari menyisir sisi lapangan. Di lapangan, Madrid memang tampil dominan. Mereka sukses mencatatkan 27 tembakan ke gawang Gijon. Sayangnya, dominasi mereka tak mampu berbuah gol. Dan kebanyakan peluang itu diciptakan lewat tendangan jarak jauh. Keputusan Benitez memainkan Jese sejak menit awal terbukti jadi blunder. Jese memang punya kualitas, namun ia bukan tipikal striker tengah. Dia tumbuh dan berkembang sebagai penyerang sayap. Akan lebih baik jika Benitez tidak terlalu membuat perubahan radikal dari skema permainan yang telah diracik pendahulunya, Carlo Ancelotti. James Rodriguez yang disimpan di bangku cadangan pada laga ini seharusnya tampil sebagai starter, sementara Jese duduk di bangku cadangan. Dengan masuknya James menggantikan Jese pada menit ke-56, Madrid terbukti tampil lebih baik, lebih seimbang. Ronaldo lebih fleksibel memainkan peran sebagai striker. Kombinasi antar-pemain pun kian mengalir. “Kami harus membuat beberapa penyesuaian. Untuk mendapatkan yang terbaik dari para pemain dalam serangan, perlu ada kebebasan tertentu. Tapi kami tidak mendapat ruang yang cukup,” jelas Benitez usai pertandingan. Benitez bisa berkilah bahwa hasil kali ini karena pemain Gijon bertahan dengan baik sehingga timnya sulit mencari celah. Akan tetapi, ia harus ingat bahwa tim yang saat ini dilatihnya adalah Real Madrid, klub yang selalu dituntut meraih hasil sempurna. Jika tidak ingin masa depannya berakhir sebelum kompetisi tuntas, pelatih 55 tahun ini harus segera menemukan formula terbaik, dan memenangi pertandingan kontra Real Betis di Santiago Bernabeu, pekan depan. (ACF)

Sumber: MetroTVNews