MUI-Walubi Bersinergi Bantu 600 Pungungsi Rohingya

Rimanews – Majelis Ulama Indonesia dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia, bersinergi untuk membantu sebanyak 600 pengungsi Rohingya yang kini terdampar di Aceh dan Sumatera Utara. “Kami dari dua perhimpunan agama di Indonesia bertekad untuk membantu penampungan para pengungsi dengan menyerahkan bantuan logistik agar bisa digunakan langsung di Aceh dan Sumatera Utara,” kata Ketua Bidang Kerukunan Antarumat Beragama MUI Selamet Effendi Yusuf saat jumpa pers pernyataan sikap bersama MUI dan Walubi di Jakarta, Rabu (20/05/2015). Baca Juga MUI: Fatwa Bisa Jadi Dasar Penyusunan Regulasi Wapres JK: Melanggar Fatwa MUI, Hukumannya Neraka MUI Siap Berdiskusi Soal Fatwa Haram Atribut Natal Guru Besar Sekolah Tinggi Teologi Kritisi Fatwa Haram MUI Menkes Siapkan 53 Ambulans Antisipasi Demo 2 Desember Selamet mengatakan bantuan logistik kemanusiaan, seperti pakaian, selimut dan makanan kaleng secepatnya akan diserahkan di penampungan pengungsi, salah satunya di desa Kuala Cangkoi, Lapang yang berjarak 300 meter dari Banda Aceh. Dalam pernyataan sikap dari MUI dan Walubi, kedua perhimpunan meminta PMI untuk mengerahkan bantuan kemanusiaan dan merawat para pengungsi yang sebelumnya terdampar di perairan Pangkalan Susu, Langkat, Sumatra Utara. MUI dan Walubi juga meminta agar pemerintah Indonesia berdiplomasi dengan negara-negara di kawasan ASEAN, terutama Malaysia dan Thailand untuk menyelesaikan masalah pengungsi muslim Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh tersebut. Menurut Selamet, Myanmar dapat mengambil langkah fundamental terkait status kewarganegaraan etnis Rohingyan yang tidak diakui di negara tersebut. “Myanmar bisa mengadopsi prinsip-prinsip dasar kewarganegaraan yang tidak rasialis dan diskriminatif sehingga tidak terjadi eksodus besar-besaran dan mengalirnya manusai perahu terus-menerus,” kata Selamet. Sementara itu, pelaksana tugas Ketua Umum Walubi Arief Harsono mengimbau agar masyarakat Indonesia dari berbagai agama tidak terprovokasi dengan isu diskriminasi agama dan etnis. “Kami tidak ingin (diskriminasi) yang terjadi di Myanmar menyebabkan hubungan Islam dan Buddha renggang karena sesungguhnya Buddha di Myanmar sangat berbeda dengan di Indonesia,” kata Arief. Arief menilai permasalahan warga Rohingya di Myanmar sesungguhnya bukan berakar dari perbedaan agama, namun dari minoritas etnis tersebut yang berakumulasi pada masalah sosial dan kriminal. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : MUI , Walubi , pengungsi Rohingya , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews