PSSI Beri Tenggat Pemain LSI hingga Selasa

, Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberi batas waktu hingga Selasa, 24 April 2012, kepada para pemain Liga Super Indonesia (LSI) yang ingin bergabung dengan tim nasional senior. Namun, sampai saat ini, klub-klub LSI belum memberi izin para pemainnya untuk memperkuat tim nasional. “Kami tunggu sampai 24 April, karena pelatih Nil Maizar kan sudah harus menentukan timnya dan harus menyiapkan taktik dan strategi untuk nanti di Palestina,” kata penanggung jawab tim nasional PSSI, Bernhard Limbong, kepada Tempo , Ahad, 22 April 2012. PSSI, pada 13 April 2012 lalu, mengumumkan nama-nama pemain yang disiapkan untuk memperkuat tim nasional senior dan tim nasional usia di bawah 23 tahun. Sebanyak 29 pemain di antaranya berasal dari klub-klub LSI. Ke-29 pemain Liga Super ini terbagi dalam dua tim, yakni 17 pemain untuk tim nasional usia di bawah 23 tahun, yang diproyeksikan untuk SEA Games 2013 di Myanmar, dan 12 pemain untuk memperkuat tim nasional senior, yang akan berlaga di Palestina, Mei mendatang. Namun klub-klub LSI hingga saat ini belum mengizinkan para pemainnya memperkuat tim nasional. Mereka beralasan PSSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Djohar Arifin Husin tak lagi kredibel dan tak layak membentuk tim nasional. Limbong berharap, klub-klub LSI mengizinkan para pemainnya memperkuat tim nasional sebelum 24 April. Menurut dia, tak ada alasan klub-klub LSI menyandera para pemainnya karena PSSI telah melegalkan kompetisi LSI. “Mudah-mudahan sampai tanggal 24 ada kabar baik,” katanya. Jika hingga tenggat tersebut izin dari klub-klub LSI tak kunjung keluar, kata Limbong, maka tim nasional tetap akan dibentuk meskipun materi pemainnya hanya dari Liga Prima Indonesia (LPI). “Karena bagaimanapun juga the show must go on . Kalau mereka tidak mau, apa kita mau paksa?” katanya. Pihaknya, Limbong melanjutkan, mematok tanggal 24 April sebagai batas waktu bergabungnya para pemain LSI karena waktu persiapan untuk tim nasional sudah mepet. Ia menyebutkan, pada 13-24 Mei, tim nasional senior sudah harus berada di Palestina untuk mengikuti Turnamen Al-Nakbah. Turnamen ini bukan agenda resmi dari Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), melainkan bersifat invitasi. Rencananya, turnamen ini akan diikuti delapan negara, yaitu Indonesia, Irak, Yordania, Mauretania, Pakistan, Sri Lanka, Tunisia, dan Uzbekistan. Pelatih tim nasional senior, Nil Maizar, kata Limbong, juga tak bisa menunggu lebih lama. Ia membutuhkan waktu untuk memilih dan melatih pemain sebelum timnya terbang ke Palestina. Limbong optimistis tim nasional tidak akan kedodoran di turnamen nanti, meski materi pemainnya hanya dari LPI. “Kemarin kan (pemilihan pemainnya) buru-buru dan kondisinya mencekam, sekarang Nil Maizar tidak bisa dianggap enteng,” katanya. DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sumber: Tempo.co