Serangan Udara Tewaskan Pimpinan Pemberontak

Beirut – Komandan koalisi pemberontak terbesar Suriah tewas oleh serangan udara di dekat kota Aleppo. Kalangan analis mengatakan kejadian ini adalah pukulan terbesar terhadap aliansi sejak pembentukannya. Serangan terjadi saat pertemuan para pemimpin Tentara Penaklukan, setelah kekalahan besar bagi para pemberontak. Mereka lagi-lagi terkepung di Aleppo setelah pasukan pro-pemerintah pekan ini merangsek masuk. Mantan afiliasi Al Qaeda Fron Al Nusra, yang sudah berganti nama jadi Fron Fateh Al Sham ketika memutuskan hubungan pada Juli 2016, mengumumkan di Twitter soal kematian komandannya Abu Omar Saraqeb akibat serangan udara. Para jihadis Fateh Al Sham adalah anggota terkemuka dari Aliansi Tentara Penaklukan, sebuah kelompok pejuang dengan orang-orang dari faksi-faksi Islam seperti Ahrar Al Sham. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pesawat tak dikenal menyerang pertemuan tersebut pada Kamis (8/9) malam, menewaskan Saraqeb dan komandan pemberontak lainnya bernama Abu Muslim Al Shami. Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan belum jelas apakah serangan dilakukan oleh koalisi pimpinan AS, rezim Suriah, atau sekutu Rusia, karena semuanya melancarkan pengeboman udara di Suriah utara. “Ini tidak diragukan lagi sebuah pukulan terbesar yang pernah diderita Fateh Al Sham dan Tentara Penaklukan di Suriah,” kata Abdel Rahman, kepada AFP . Menurut Observatorium, Saraqeb adalah anggota terkemuka Al Qaeda di Irak dalam memerangi pendudukan pimpinan AS setelah 2003. Dia kemudian menjadi komandan utama Fron Al Nusra di Suriah. Abu Omar dikabarkan juga mendirikan Fron Al Nusra cabang Lebanon, yang mengaku bertanggung jawab atas beberapa pengeboman di Suriah. Dia beroperasi di bawah nama yang berbeda saat perang, sehingga sulit untuk mengetahui kewarganegaraannya. Dia memimpin sebuah serangan besar angkatan darat dari Conquest pada musim semi tahun lalu, yang membuatnya menguasai hampir semua wilayah di provinsi barat laut Idlib. Tapi aliansi pemberontak kurang berhasil di dalam serta di sekitar Aleppo, dan pekan ini mendapatkan pukulan telak dari pasukan rezim berkuasa. Pada awal Agustus 2016, Saraqeb memimpin serangan terhadap pejuang pro-pemerintah dengan memagari bagian timur yang dikuasai pemberontak dan membuka rute pasokan baru dari selatan hingga menghancurkan pengepungan. Tapi pekan ini, loyalis rezim Bashar Al Assad yang didukung oleh pesawat-pesawat tempur Rusia merebut kembali hampir semua wilayah yang diambil bulan lalu. Pasukan pemerintah juga memberlakukan kembali blokade terhadap sekitar 250.000 warga sipil yang tinggal di lingkungan yang dikuasai pemberontak. Akun pro-jihad di Twitter meratapi kematian Saraqeb ini, dengan menyebutnya sebagai martir heroik. “Sasaran terhadap simbol revolusi yang diberkati ini hanya akan meningkatkan tekad kami untuk mencapai tujuan kami,” janji satu brigade Tentara Penaklukkan. Charles Lister, pengamat senior di sebuah lembaga analisis Timur Tengah mengatakan, Saraqeb membantu mendirikan Tentara Penaklukkan tahun lalu dan pernah menjabat sebagai “emir” di provinsi Idlib. Lister mengatakan, di kalangan gerakan pemberontak Suriah ia adalah seorang advokat kesatuan militer. Ia juga menjalankan ideologi garis keras yang menganut pandangan kuat tentang bagaimana masyarakat harus dikendalikan. Dia mengatakan, serangan tak dikenal pada Kamis menargetkan pertemuan yang akan merencanakan serangan pemberontak terbaru untuk memecahkan pengepungan di Aleppo. Masih belum jelas sejauh mana kematian Abu Omar akan berdampak terhadap perjuangan untuk Aleppo dan gerakan pemberontak yang lebih luas di Suriah. Leonard AL Cahyoputra/PYA AFP/Investor Daily

Sumber: BeritaSatu