Stok Melimpah, Harga Singkong di Tulangbawang Lampung Anjok

Tulangbawang, Lampung – Harga singkong di Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat, Provinisi Lampung anjlok karena stok melimpah. Menurut seorang petani di Kabupaten Tulangbawang, Hanafi (40), Minggu (25/9), harga singkong anjlok menjadi Rp 300 per kilogram (kg) dibandingkan enam bulan lalu masih bertahan Rp 1.500 per kg. Penurunan harga disebabkan panen diwilayah tersebut terjadi serentak sehingga stok melimpah. Saat ini kata dia, tanaman singkong petani rata-rata telah berumur enam sampai tujuh bulan, sehingga sudah siap dipanen. “Apalagi memasuki musim penghujan membuat petani mempercepat panen agar dapat diganti dengan bibit baru bisa ditanam,” ujarnya. Ia menambahkan, modal yang dibutuhkan untuk membudidayakan singkong berkisar Rp 10 juta-Rp 15 juta per hektare (ha) dengan volume panen 30-45 ton per hektare. Sementara Ibat (46), petani di Kabupaten Tulangbawang Barat mengatakan, dengan harga singkong Rp 300 per kg membuat para petani tidak mendapat keuntungan, karena habis untuk menutupi modal. Semakin anjlok harga singkong membuat petani semakin terpuruk, karena harga tersebut tidak sesuai biaya tanam dan perawatan. “Kalau harga seperti sekarang, petani singkong bisa gulung tikar, sebab biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per hektare,” ujarnya lagi. Lampung merupakan penghasil dan pemasok singkong utama nasional, antara lain sebagai bahan baku olahan menjadi tepung tapioka untuk ekspor maupun komoditas pangan lainnya. /WBP

Sumber: BeritaSatu